Monday, December 25, 2006
MisUnderstood- -Chasing Dream Series
Saturday, December 16, 2006
Koneksitas sistem database: A Case Study Review
Berangkat dari sekedar ngobrol bareng dengan beberapa orang teman yang bergerak di bidang LSM, mereka mengeluhkan tentang berbagai hal berkaitan dengan koneksitas sistem database dan database itu sendiri serta penggunan format lembar kerja/laporan yang berbeda2 antar instasi yang bekerja sama dengan mereka. Atas dasar keluhan mereka saya coba memberikan solusi atas permasalahan mereka; jadi mari kita bahas apa keluhan mereka dan solusinya, mulai dari yang paling ideal( karena saya memang orangnya idealis) sampai yang paling rasional dan applicable dengan situasi negara tercinta ini :P. Kita mulai dari koneksitasnya aja dulu. Karena kl udah ngomongin sistim itu udah mulai rumit… jadi yang gampang2 aja dulu kayak ujian UTS jaman kuliah dulu :D. “IDEALNYA” saya menyarankan mereka agar membuat suatu sistem database ONLINE terpadu dengan menggunakan server yang di co-location kan di site internasional seperti singapore agar negara2 tetangga juga bisa ikut mengakses sehingga scopenya bisa nasional juga bisa ASEAN (waduh malah jadi ngomongin sistem duluan… ya uwes lah… lanjuttt… Yuuuuuukkkk). Tetapi seperti sudah disebutkan di awal tadi, bikin sistemnya ribet dan ternyata sudah ada juga yang bikin sistem database traffikingnya versi offline dengan menggunakan Ms-Access sebagai basenya( sebenarnya kl bisa dibikin independent – dicompile sendiri pake foxpro atau C atau basic dll lebih bagus juga) tapi mungkin juga lebih mengurangi biaya R&D juga mungkin nanti lebih mempermudah dalam hal standarisasi serta distribusi. Nah, jadi sekarang customer(kawan2 saya) pengennya tetep pake sistem database yang ada sekarang tinggal gimana caranya mereka ingin agar antar institusi yang mengurusi dan atau berkepentingan dengan database ini bisa saling berbagi data/ saling interkoneksi ( data Exchange gitu loegh). Saya melihat sistem MS-Access keliatannya ada feature untuk importnya. Tinggal sekarang pengiriman datanya bisa lewat email. Lagh tapi kl ada daerah yang kurang mendaya gunakan internet(maklum koneksi internet belum dimana2 walaupun pemerintah sudah menggalakkan program internet masuk desa dan paling nggak sekolah2)? Yah paling tidak kantor pemerintah atau bisa lewat warnet mengakses data/file database tersebut lalu di distribusikan lagi dengan flash disk(udah paling enak tuh: shock resistant dan yang baru sudah EMP resist), disket (JADUL Abiesss apalagi yang ukuran gede 5,25”) mungkin sudah tidak bisa digunakan lagi berkenaan data yang mungkin sudah tidak cukup kl 1 disket( bisa di split tapi repotnya minta ampun, mending budgetin dagh buat beli flash disk sekarang yang 1 gb aja cuman kurang lebih nopek ceng – 200 ribu, apalagi yang kecilan spt 64/128/256/512 mb). Nagh, mengenai perbicangan tentang sistem database yang existing agak kebanyakan kolomnya dan format antar rekan kerjasama LSM berbeda format, itu sudah diluar scope saya sebagai IT Consultant. Tapi kl saya ada ide, pasti akan saya tuangkan lagi di BLOG ini. Seperti biasa kl ada comment silakan isi aja, dan hati2 barang berharga anda jangan sampai ketinggalan saat meninggalkan bioskop (egh maksudnya site ini) :D C U on my next thought and ideas. Tha2
