Wednesday, February 07, 2007

Menyerah??????!!!!!!?????

Kadang kita berpikir, betapa susahnya hidup kita ini. Tapi, kita suka mengesampingkan kenyataan bahawa hidup kita yang kita rasa susah ini ga seberapa dibandingkan orang2 yang masih "belum" seberuntung kita. Tadi di jalan sesudah makan di warteg saya liad orang gelandangan tidur di pinggir emperan, saya berpikir, mungkin buat dia uang Rp 10,000 rupiah yang tadi saya habiskan buat 1 kali makan di warteg merupakan harta karun. Mungkin, bisa buat makan 3-4 kali untuk dia. Mengungatkan saya betapa beruntungnya saya, dan bersyukur atas hidup saya ini. Masih bisa nulis Blog ini, dll dll. Bukan berarti menghentikan usaha kita untuk memperbaiki/meningkatkan diri, tapi merupakan suatu dorongan untuk saya. Akhir kata.... ALHAMDULILAH

"Sincerity" To GOD?

Jadi inget nih ketika masih kecil belajar ngaji dan baca qur'an, saya bertanya sama guru ngaji saya, "pak, kalo kita menolong orang atau berbuat baik boleh ga kita berharap pahala?" guru ngaji saya jawab, "justru kita harus saling berlomba2 berbuat baik agar kita dapet pahala yang banyak". Sekarang saya jadi berpikir (bah pas udah tua baru mikir... waktu kecil kemana aja) terus bagaimana dengan konsep "KETULUSAN"? Apa jadinya orang kl berbuat kebaikan ada pengharapan ga ada ketulusan, meskipun itu pahala. Sering saya liad orang, kl mo ada kerjaan atau ada kesusahan dia terus nyumbang ke masjid dan orang miskin karena ada pengharapan? kemana perginya ketulusan yang benar2 murni? memang hanya hati kita yang bisa menjawab pada saat kita menolong orang benar2kah kita tidak berharap sesuatu apapun dari tindakan kebaikan kita? bagaiman kl SYSTEM pahala ga ada? apa kita masih mo berbuat baik? apa mending ga usah aja? karena ga dapet apa2an. Kenapa kita(apa emang gwe aja kale??? tapi sekarang lagi belajar koq) ga bisa kl emang mo berbuat kebaikan jangan karena embel2 dapet pahala atau nanti dapet balesan dan atau kemudahan2 lainnya. Jadi inget audioslave "Show me hor to LIVE" salah satu lyricnya, "You GAVE me LIVE so show me how to LIVE" lagunya enak so kl kalian ada akses ke lagu ini coba dengar baik2 atau search lyricnya di google.

Friday, February 02, 2007

WHAT IF?

what if? this world does not need money? that we live to..... acctually lived!! just then i was taking a "PUBLIC" taxi, alongside is his child, asking to buy something. Apparently his father ignored him, and it just remind me when i was a child rewarded with money or when i'm sick some new toys or stuff just magically "speeds" up my recovery..... Has this world turn into (realized or not) into a materialistic world.... one where we've lost the essence of our living here? last night there is a show on discovery chaneel (thank god for blessing of education channel which most young people these day or at least here in Batam just don't seem to have an interest in or even give a shit about it) about the origin of the UNIVERSE!!! how at first scientist "predicted" that the universe is pitch black, and then light is first created, than atom begins to emerge and so on. humans or even early live does not exist until all of nature's element is completed. that is when it struck me... what is the purpose of our existence? are we really alone with the universe is still expanding? and trillion of stars out there? right now as this article is written this cyber cafe is filled with people, good news you'd think? that people are actually using computer and are benefitting from its duo core pentium 4 multimedia extension hyper threading 2,4 GHz computing power.... You're "DEAD WRONG" there using it to play GAMES, Friendster, Chatting, Downloading porn. Is this actually called DEVELOPMENT?

All in all, i could talk about this all night, i just wished i could lived in a place where i can produce everything i need, but than live would be just plain BORING. So... what now? well better find a job soon... cause i hate having thought like this... useless, just renders me into more and more confussion and hatred (something i really don't need right now)

How much LONGER can i TAKE??!!!??

Makin hari saya semakin tidak tahan hidup di sini, dengan "disini" artinya di negara indonesia ini. Sosial degradasi makin amat terasa, rasanya sudah tidak tahan ingin tinggal dan bekerja di singapura, negara bekas jajahan inggris yang memiliki nilai displin yang terbilang tinggi menurut hemat saya (tapi ini juga atas dasar pengamatan saya tinggal tidak sampai 1 bulan di negara tersebut).